Setiap Anak Memiliki Potensi dalam Dirinya.

"Mari pahami lebih dalam mengenai anak berkebutuhan khusus, agar anak dapat berkembang dengan optimal sebagaimana jati dirinya dengan pendekatan montessori.​"

Fakta Tentang Anak dengan Kesulitan Belajar di Indonesia

5 juta dari 50 Juta anak di Indonesia mengalami kesulitan belajar spesifik.
(Data Asosiasi Disleksia Indonesia)
<50% siswa berusia 15 tahun di Indonesia memiliki tingkat kemahiran membaca minimum. Artinya sebagian besar siswa belum mencapai kemahiran membaca minimum.
<30% siswa 15 tahun di Indonesia mencapai tingkat kemahiran minimum dalam Matematika Artinya 70% anak Indonesia tidak mampu Matematika
(Data PISA 2015)
>19 Juta remaja yang berusia 15 tahun mengalami gangguan sosial emosional.
Dari data di atas, ternyata anak-anak di Indonesia masih banyak yang mengalami kesulitan untuk belajar.

Apa pandangan masyarakat umum terhadap anak yang kesulitan belajar?

Tidak Mampu

Tidak Bisa Berkembang

Tidak Memiliki Potensi

Tidak Sanggup Adaptasi

Pandangan di atas bisa menjadi berbahaya bagi masa depan anak.

Kita bisa membantu anak-anak dengan kesulitan belajar dan memberikan harapan untuk anak dapat belajar sesuai dengan kebutuhannya. Bagaimana caranya?

Berdasarkan hasil penelitian dari Newman, dkk. (USA,2011), ada 2 penentu kesuksesan belajar anak-anak dengan kesulitan belajar spesifik :

Adanya guru yang memahami perbedaan cara belajar.

Adanya upaya mendukung kematangan sosial emosional.

Dengan adanya peningkatan kualitas tenaga pengajar, maka anak-anak yang mengalami kesulitan belajar spesifik dapat mengembangkan potensinya. Dengan adanya program penguatan sosial - emosional, motivasi anak untuk berkembang akan meningkat.

Bantu kami meningkatkan kualitas 1.000 guru SD dan SMP di Indonesia.

"Gerakan Bhinneka untuk Indonesia Inklusif" adalah upaya yang dilakukan Yayasan Lentera Insan Kreatif dan Notice Ability untuk meningkatkan kualitas tenaga pengajar dalam hal Literasi-Matematika dan penguatan Sosial-Emosional. Ringkasan "Gerakan Bhinneka untuk Indonesia Inklusif"

Pelatihan

Para guru dipersiapkan untuk memahami kesulitan belajar siswa, menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan, dengan material ajar yang mempermudah pemahaman konsep secara sistematis, juga menumbuhkan kecerdasan sosial-emosional pada peserta didiknya.

Memperingati Dyslexia Awareness Month

Bulan Oktober ditetapkan menjadi Bulan Kesadaran Disleksia pada bulan Oktober bertujuan untuk mendukung mereka yang mengalami disleksia. Kesalahpahaman tentang kondisi disleksia di tengah masyarakat yang mengarah pada stigma terhadap mereka yang mengalami disleksia pun menjadi salah satu latar belakang diperingatinya Bulan Kesadaran Disleksia. Bersamaan dengan berjalannya pelatihan guru pada bulan Oktober 2024, ini menjadi rangkain memperingati Bulan Kesadaran Disleksia.

5 Pulau Besar

Pelatihan ini diperuntukkan bagi 1.000 tenaga pengajar dan kependidikan yang tersebar di 20 kota di penjuru Indonesia. Melalui pelatihan ini menjadi upaya pemerataan mutu pendidikan Indonesia.

Dukung "Gerakan Bhinneka untuk Indonesia Inklusif" dengan cara memesan buku "Noticing Abilities".

Buku ini bisa dipesan dengan sistem Pre-Order dengan berdonasi dengan pilihan di bawah ini:

Donasi A
Rp. 500.000

*Biaya di atas sudah termasuk buku, pelatihan dan donasi.

Donasi B

Donasi lebih dari

Rp. 500.000

*Biaya di atas sudah termasuk buku dan pelatihan. Donasi disesuaikan dengan kehendak Bapak/Ibu.

Montessori Memiliki Pandangan yang berbeda

Montessori yakin bahwa setiap anak memiliki potensi di dalam dirinya. Hanya dengan lingkungan yang tepat, potensi itu akan terkuak. Hanya melalui lingkungan yang dipersiapkan, anak mampu berkembang optimal sebagaimana jati dirinya.

“Education is the help we must give to life so that it may develop in the greatness of its powers. To help those great forces which bring the child, inert at birth, to the greatness of the adult being, this should be the plan of education – to see what help we can give. ”

Maria Montessori (The 1946 London Lectures, p. 28)

Montessori Menyebar ke Seluruh Dunia

Metode Montessori yang telah meluas ke seluruh dunia, berawal dari cinta Montessori pada anak-anak berkebutuhan khusus. Metode tersebut mampu mengantarkan anak-anak berkebutuhan khusus pada performa terbaik mereka, berkembang dari satu masa ke masa berikutnya. 

Setiap Anak Unik,
Setiap Anak Memilik Potensi

“If we wish to be the interpreter of the child, we must realise that we are studying an unconscious phenomenon. Before consciousness arrives, there is great activity and work in the unconscious. The child is unconscious but has great ability and power. ”

Maria Montessori (The 1946 London Lectures, p. 62)

"Noticing Abilities" adalah semangat yang ingin dibawa Montessori hingga saat ini.

Melalui buku ini, orang dewasa diharapkan bisa menyadari potensi yang tersimpan di dalam diri setiap anak. Buku Noticing Abilities memaparkan model Montessori dalam setting pendidikan inklusi.
Dalam buku ini akan membahas mulai dari Filososfi Montessori, memahami tahapan perkembangan anak, displin positif dan cara mengimplentasikannya dalam setting lingkungan inklusi.
Melalui buku ini Yayasan Lentera Insan Kreatif membentuk program "Gerakan Bhinneka untuk Indonesia Inklusif", program yang bertujuan untuk merangkul para pengajar di Indonesia melalui workshop literasi - matematika dan penguatan sosial - emosional. Dengan adanya peningkatan kualitas tenaga pengajar, maka anak-anak yang mengalami kesulitan belajar spesifik dapat mengembangkan potensinya. Dengan adanya program penguatan sosial-emosional anak-anak akan termotivasi untuk berkembang optimal.
Buku ini bisa dipesan dengan sistem Pre-Order dengan berdonasi dengan pilihan di bawah ini:

Donasi A
Rp. 500.000

*Biaya di atas sudah termasuk buku, pelatihan dan donasi.

Donasi B

Donasi lebih dari

Rp. 500.000

*Biaya di atas sudah termasuk buku dan pelatihan. Donasi disesuaikan dengan kehendak Bapak/Ibu.
Dana donasi akan disalurken ke Yayasan Lentera Insan Kreatif melalui rekening BCA: no 4498800899
Donasi akan digunakan untuk melatih 1.000 guru SD dan SMP yang tersebar di 20 Kota di Indonesia
Bonus: 7x Workshop secara online melalui Zoom bersama penulis pada bulan Maret
*Periode pemesanan: Oktober 2023 - Februari 2024

Tentang Penulis

LAURENTIA MIRA sudah terlibat dalam bidang pendidikan sejak tahun 1999. Melalui Link Study Center yang didirikan, ia konsisten dalam upaya pengembangan metode pengajaran yang menyenangkan dan atraktif bagi anak-anak.

Tidak berbekal pengetahuan sebagai pendidik maupun psikolog tidak menyurutkan tekadnya untuk melayani dalam bidang pendidikan. Ia mempelajari Montessori sebagai dasar keilmuannya. Metode yang sama telah mengubah pola hubungannya dengan keluarga, juga mengarahan ia dalam mendampingi ketiga anaknya yang disleksia.

Pada tahun 2018, ia dan kedua rekannya mendirikan Sahabat Anak Terang, sebuah sekolah yang memiliki hati melayani anak-anak istimewa. Sekolah ini terbuka pada semua anak, juga terhadap mereka yang disabilitas, disleksia, ADHD, bahkan gifted (genius). Ia yakin bahwa lingkungan dapat mendorong anak-anak mengoptimalisasi perkembangan sebagaimana jati dirinya.

Fokusnya yang utama adalah literasi, baik itu membaca dan menulis maupun Matematika (berhitung). Ia peduli dengan kondisi sebagian anak Indonesia yang kesulitan Matematika. Beberapa diantara mereka bahkan trauma dan membenci Matematika.

Ia percaya bahwa kecintaan belajar harus dimulai sejak usia dini. Maka dari itu, ia menciptakan beberapa lagu anak: lagu fonetik Indonesia, lagu Membaca dengan Teknik Blending, lagu Indonesia Tanah Airku, Lagu Sahabat, dan beberapa lagu lain.

Ia juga menciptakan material ajar Mahir Matematika sebagai upaya mendekatkan Matematika dengan hati anak-anak Indonesia.

Di antara kesibukan mendampingi anak-anak mengelola sekolah, ia selalu menyempatkan diri memberikan pelatihan bagi orang tua dan guru. Selain itu, ia juga menerbitkan beberapa buku pengasuhan anak: The Rising Star dan FunTactic Journey (Perjalanan Penuh Strategi dan Menyenangkan dalam Mendidik 3 Anak dengan Disleksia).

 

KEZIA BANDJARDJAYA ialah seorang perempuan yang lahir pada tahun 1995. Ia mengenyam pendidikan yang berbeda-beda metode pengajarannya, juga bergelut dengan banyak perspektif pengajar yang berbeda. Perjalanannya dari tumbuh besar di kota terpencil di Rantepao, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, membuatnya kaget saat mengecap pendidikan di Kota Bogor.

Berpindah dari satu kota ke kota lainnya, hingga melandaskan langkah di kota Bandung, ia banyak membandingkan dan mempertanyakan arti dari pendidikan itu sendiri.

Sehari-harinya, Kezia senang sekali dengan dunia literasi. Membaca karya-karya non-fiksi, utamanya cerita pendek adalah salah satu kegiatan yang hingga kini masih rutin dilakukan.

Kezia bergabung di Link Study Center pada tahun 2018. Merasa menemukan filosofi pendidikan yang sesuai dengan apa yang diharapkan sedari dulu, ia kemudian memutuskan untuk menetap di Kota Bandung dan belajar banyak hal, menciptakan banyak hal, dan berdiskusi banyak hal bersama Laurentia Mira (atau yang akrab disapa Miss Lala). Link Study Center membuatnya iri dengan kesenangan belajar yang tidak bisa ia dapatkan saat menempuh bangku sekola dulu.

Selain menempa diri di Link Study Center, ia juga aktif menulis mengenai berbagai topik. Menulis cerita pendek adalah salah satu kegiatannya. Ia dan kawan-kawannya mendirikan 8LIGHTMENT media, sebuah media yang bergerak di bidang edukasi dan kepekaan humaniora, yang juga dibalut kental dengan nuansa pesan visual.

Kegemarannya menulis dan kecintaannya pada dunia literasi dan pendidikan membawanya pada kesempatan untuk berkolaborasi dengan Miss Lala untuk merumuskan buku Mahir Matematika (Solusi Praktis ber-Matematika untuk Anak Usia Dini).

FRANCINE MILA yang akrab disapa Ms Cingcing memulai perjalanan mengajar bimbel private sejak masih dibangku SMA. Akhirnya bersama Miss Laurentia Mira dan Mr Melki Purwanto, mendirikan LINK Study Center pada tahun 1999.  Selama perjalanan mengajar les di LINK Study Center, Ms Cingcing menemukan banyak anak yang mengalami kesulitan belajar. Sebagai guru les yang memiliki tanggung jawab mendampingi anak untuk mendapat nilai ulangan yang bagus di sekolahnya, maka Ms Cingcing mulai mencari tahu lebih banyak mengenai berbagai metode belajar. Ikut serta dalam beragam pelatihan dan seminar, memperkaya diri mengenal berbagai jenis tipe belajar anak membuat Ms Cing akhirnya memilih pendekatan cara belajar yang berbeda dari cara belajar pada umumnya. Perjalanannya di dunia pendidikan terus berkembang, pada tahun 2018 Ms Cingcing menjadi salah satu Co-Founder Homeschooling Sahabat Anak Terang. Sebuah sekolah jenjang SD hingga SMP yang memiliki hati melayani anak-anak. Sekolah ini terbuka pada semua anak, juga terhadap mereka yang disleksia,ADD, ADHD, bahkan gifted (genius). Ia yakin bahwa lingkungan yang tepat dapat mendorong anak-anak mengoptimalisasi perkembangan sebagaimana jati dirinya. Kurikulum individu dan metode yang tepat juga sangat mempengaruhi proses dan hasil belajar anak-anak. Selain mendirikan sekolah, fokus utama Ms Cing terhadap pendidikan adalah di area matematika. Maka pada tahun 2019 Ms Cingcing menjadi salah satu Co-Founder mahir Matematika, lewat sistem pembelajaran Mahir Matematika yang mudah, sistematis, menyenangkan dan multisensori, berharap dapat membantu anak-anak yang kesulitan belajar Matematika menjadi senang dan mudah untuk belajar matematika. Pada tahun 2022 LINK Study Center memanagement sekolah yang sekarang bernama Little Hands Indonesia Montessori Learning Center. Sejak bayi, anak-anak juga penting untuk memiliki pengalaman belajar yang tepat. Pada tahun 2023, Ms Cingcing melalui lembaga PKBM Sahabat Anak Terang dipercaya oleh Notice Ability USA, untuk menjalankan kurikulum kursus Wirausaha dan Inovator dari Notice Ability. Notice Ability sendiri merupakan lembaga non-profit yang berasal dari Amerika Serikat yang membantu siswa usia remaja dengan disleksia untuk menemukan kekuatan uniknya. Setiap usia perkembangan memiliki tantangan pendidikan yang berbeda. Bahkan sejak usia 0 tahun kita perlu memperhatikan pendidikannya. 






Yudith Widiesti adalah seorang guru di Homeschooling Sahabat Anak Terang Bandung. Sebelumnya pernah menjadi guru di beberapa sekolah swasta di Bandung, mengajar bidang kreativitas yaitu Lego Bricks dan Construction. Yudith juga pernah mengajar dan memberikan les private menggambar dan melukis, bersertifikasi U-Art level Intermediate. Sejak 21 Januari 2019 bergabung dengan Link Study Center. Kecintaannya pada bidang kreativitas dan kegemarannya bermain bersama anak-anak, memberikannya kesempatan untuk mendampingi anak-anak berkegiatan Project Based Learning dan ber-Matematika Majemuk di Homeschooling Sahabat Anak Terang Bandung. Melalui beragam kegiatan yang ditawarkan, anak  dapat berkegiatan menyenangkan dan meraih beragam kompetensi yang terkait dengan Sains, Technology, Engineering, Art, Mathematic, dan juga literasi. Yudith pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah Homeschooling Sahabat Anak Terang Bandang pada tahun 2019-2021, dan sejak 2021 menjadi Koordinator Mahir Matematika Pusat hingga saat ini.

Mungki Indriyani akrab disapa Miss Mungki telah bergabung di LINK Study Center sejak tahun 2019, bergabung sebagai guru Montessori anak usia dini mendampingi anak-anak di Link Study Center Gempol. Pada tahun 2020 Ms Mungki menangani anak-anak berkebutuhan khusus di kelas Montessori. Pada tahun 2022 Ms Mungki menjadi penanggung jawab dari Little Hand, sekolah untuk anak usia dini yang di managed langsung oleh LINK Study Center. Saat ini Ms Mungki menjadi pengurus Yayasan Lentera Insan Kreatif, Yayasan yang menaungi Homeschooling Sahabat Anak Terang, Link Montessori School, Mahir Matematika, dan Little Hands Indonesia Montessori Learning Center. Miss Mungki menjadi tim penyusun Material Montessori yang ada dalam buku Noticing Abilities. 

Mari dukung
"Gerakan Bhinneka untuk Indonesia Inklusif"

Para guru dipersiapkan untuk memahami kesulitan belajar siswa, menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan, dengan material ajar yang mempermudah pemahaman konsep secara sistematis, juga menumbuhkan kecerdasan
sosial-emosional pada peserta didiknya.

Satu langkah kecil, membawa beribu-ribu kebaikan untuk anak-anak bangsa.